Makmum Batal Wudhu Saat Sholat Berjamaah

Tidak menutup kemungkinan, bahwa ketika sedang sholat berjamaah wudhu kita batal karena buang angin misalnya. Lalu apa yang mesti kita lakukan jika saat itu kita menjadi makmum dan berada di tengah-tengah shaf. Berikut penjelasan mengenai hal tersebut, semoga bermanfaat.

Orang yang “buang angin” ketika shalat jemaah harus meninggalkan shaf dan tidak boleh diam di tempat, karena orang yang tidak shalat, sementara dia berada di tengah-tengah shaf, akan memutus shaf. Padahal, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengamcam orang yang memutus shaf. Beliau bersabda, Baca lebih lanjut

Iklan

Lewat Dihadapan Orang Yang Sholat

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam telah menjelaskan dosa bagi orang yang lewat dihadapan orang yang sholat, Beliau bersabda:

“Seandainya seseorang yang lewat di hadapan orang yang sholat mengetahui (dosa) apa yang ditimpakan kepadanya, pasti dia berdiri selama empat puluh (hari) akan lebih baik ketimbang dia lewat di hadapan orang yang sedang sholat.”

Abu al Nadlr (salah satu perawi hadits ini) berkata: “Aku tidak mengetahui, apakah Rasulullah mengatakan empat puluh hari, empat puluh bulan ataukah empat puluh tahun.” ( HR. al Bukhari dalah shahihnya (I/584) nomor 510 dan Muslim dalam shahihnya (I/363) nomor 507).

Maksud hadits tersebut adalah seandainya mereka yang lewat di hadapan orang yang sholat mengetahui dosa apa yang akan diterima, pasti dia akan lebih memilih untuk berdiri selama empat puluh (hari) daripada harus menerima dosa tersebut. Didalam hadits ini sebenarnya terdapat larangan yang cukup serius dan ancaman yang pedih kepada pelakunya. (Syarh al Nawawi ‘alaa Shahiih Muslim (IV/225) dan Fath al Bari (I/585)). Baca lebih lanjut

Sholat Qoshor

Shalat Qashar yaitu meringkas shalat yang empat rakaat menjadi dua rakaat. Seperti shalat Dhuhur, Ashar dan Isya’. Sedangkan shalat Magrib dan shalat Shubuh tidak bisa diqashar.

Shalat Qashar merupakan keringanan yang diberikan Allah subhanahu wata’ala untuk musafir, sebagaimana firman-Nya,

”Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kamu mengqashar shalatmu, (QS.Annisa; 101)

Dan itu merupakan shadaqah (pemberian) dari Allah subhanahu wata’ala yang disuruh oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam untuk menerimanya, (HR.Muslim).

Mengqashar shalat hanya boleh dilakukan oleh orang yang sedang bepergian (musafir). Adapun batas jarak orang dikatakan musafir terdapat perbedaan di kalangan para ulama. Bahkan Ibnu Munzir mengatakan ada dua puluh pendapat. Yang paling kuat adalah tidak ada batasan jarak, selama mereka dinamakan musafir menurut kebiasaan maka ia boleh menjama’ dan mengqashar shalatnya. Karena kalau ada ketentuan jarak yang pasti, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam mesti menjelaskannya kepada kita, (AlMuhalla, 21/5). Baca lebih lanjut